Waktu

Profil 2010 PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 8
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 27 October 2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   LATAR BELAKANG  

 

       Pengelolaan Manajemen kesehatan membutuhkan informasi data kesehatan yang dapat dipergunakan dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Keberhasilan pengelolaan manjemen kesehatan sangat ditentukan tersedianyan data dan informasi, dukungan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Dengan Pengelolaan manajemen kesehatan yang baik akan mendukung  pengembangan  kebijakan pembangunan kesehatan.

        Dalam menginformasikan permasalahan kesehatan perlu tersedianya data kesehatan  yang akurat dan valid untuk mendukung langkah-langkah analisis, perencanaan dan pengambilan kebijakan yang dapat menggambarkan kondisi kesehatan. Salah satu sarana penyedia data kesehatan adalah Profil Kesehatan.

        Profil Kesehatan Kota Balikpapan memberikan data dan informasi gambaran situasi dan sarana pelaporan hasil pemantauan pencapaian dari penyelenggaraan pelayanan minimal, yang  bersumber dari berbagai instansi baik dari dinas Kesehatan kota Balikpapan, maupun lintas sector terkait seperti : Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana serta RS Pemerintah maupun RS swasta yang ada di kota Balikpapan.

 

  1. Tujuan

1.    Umum

Adanya gambaran dan cakupan pelayanan program kesehatan Kota Balikpapan pada tahun 2010

2.    Khusus

a.    Menggambarkan situasi derajat kesehatan Kota Balikpapan

b.    Menggambarkan pencapaian program bidang Pelayanan Kesehatan, bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Program Bina Kesehatan Masyarakat serta Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan tahun 2010.

 

  1. Sistematika Penulisan

Sistematika Penyusunan Profil Kesehatan  kota Balikpapan :

 

Bab I        Pendahuluan.

                 Menyajikan tentang tujuan penyusunan Profil Kesehatan.

Bab II       Gambaran Umum.

                 Menyajikan gambaran umum yang meliputi Keadaan Geografi, Keadaan Demografi, Keadaan Lingkungan dan Keadaan Perilaku Masyarakat di Kota Balikpapan.

 

 

Bab III      Situasi Derajat Kesehatan.

                 Berisi uraian tentang indikator keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tahun 2010 yang mencakup tentang angka kematian, angka kesakitan, dan angka status gizi

Bab IV     Situasi Upaya Kesehatan.

                 Memberikan gambaran dari upaya Pelayanan Kesehatan Dasar, Pelayanan Kesehatan Rujukan, Pemberantasan Penyakit Menular, Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar, Perbaikan Gizi Masyarakat dan Pelayanan Kefarmasian

Bab V      Situasi Sumber Daya Kesehatan.

                 Menguraikan tentang Keadaan Sarana Kesehatan, Tenaga Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan dan Informasi Kesehatan

Bab VI     Kesimpulan

                 Memuat hal-hal yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut, berkaitan dengan keberhasilan-keberhasilan dan hal-hal yang masih dianggap kurang dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Kota Balikpapan kedepan.

 

 


BAB II

GAMBARAN UMUM

 

A.        KEADAAN GEOGRAFI DAN CUACA

Balikpapan merupakan kota perdagangan, jasa dan industri karena letak geografisnya sangat strategis dari aspek lalu lintas perekonomian dan perhubungan bagi daerah-daerah di Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Kertanegara dan Samarinda.

Balikpapan merupakan  kota tujuan urbanisasi baik dari Kalimantan Timur maupun dari wilayah Indonesia. Hal ini terjadi karena Balikpapan merupakan pintu gerbang baik lintas Kalimantan Timur dengan keberadaan berbagai fasilitas perhubungan laut, darat maupun udara.

Kota  Balikpapan  terletak  diantara  1º LS - 1,5º LS  dan   116,5º BT–117º BT termasuk dalam wilayah administrasi Propinsi Kalimantan Timur dengan luas wilayah 503,30 Km².

Topografi wilayah Kota Balikpapan mempunyai karakteristik wilayah yang luas wilayahnya ± 85% terdiri dari daerah berbukit-bukit dan ±15% lainya merupakan daerah datar yang sempit dan terletak diantara daerah – daerah perbukitan dan sepanjang pantai.

Kelerengan topografi antara 0% - 40% dengan luas daerah perkotaan padat (Build up Area) yang berupa daerah datar hingga berbukit  ±102,7 Km² atau 20,41% dari wilayah Kota Balikpapan. 

 

B.        KEADAAN PENDUDUK

1.    Pertumbuhan

            Jumlah penduduk di Balikpapan  tahun 2010 berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan  Catatan Sipil Kota Balikpapan, adalah 614.681 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan penduduk tahun 2009-2010 sebesar 2,65%. Data perkembangan penduduk Kota Balikpapan tahun 2008-2010 adalah sebagai berikut :

 

Tabel 1

Pertumbuhan Penduduk  Kota Balikpapan

 Tahun 2008-2010

Tahun

Jumlah

% Pertumbuhan

2008

601.392

4,11 %

2009

621.862

3,04 %

2010

614.681

2,65 %

            Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

         Dari  tabel 1 pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan tahun 2008–2010, tertinggi tahun 2008 (4.11 %) . Pada tahun 2010 tingkat pertumbuhan menurun(2,65%.) dibandingkan tingkat pertumbuhan penduduk tahun 2009(3,04 %).

2.    Persebaran dan Kepadatan Penduduk

Kota Balikpapan memilki luas wilayah 503.30 km2, dengan kepadatan penduduk 2010 adalah 1.221/ Km2. Adapun tingkat persebaran dan kepadatan penduduk menurut kecamatan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :

 

Tabel 2

  Jumlah Penduduk dan Tingkat Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2010

 

Kecamatan

Jumlah

Luas wilayah (km2)

 

Persebaran

 kepadatan penduduk/ km2

(%)

Balikpapan Barat

90.283

179.95

14,69

502

Balikpapan Utara

123.571

132.17

20,10

935

Balikpapan Timur

65.868

132.16

10,72

498

Balikpapan Tengah

111.918

11.07

18,21

10.110

Balikpapan Selatan

223.041

47.95

36,29

4.625

Kota Balikpapan

614.681

503.3

 

1.221,30

 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

 

Persentase persebaran penduduk Kota Balikpapan tertinggi di Kecamatan Balikpapan Selatan  (36,29%) sedangkan terendah di Kecamatan Balikpapan Timur (10,72%).

Untuk tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kecamatan Balikpapan Tengah (10.110  jiwa/Km2) dan terendah di Kecamatan Balikpapan Timur (498 jiwa/Km2).

3.    Sex Ratio Penduduk

Perkembangan penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari perkembangan ratio jenis kelamin, yaitu perbandingan penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan.

Untuk sex ratio penduduk  Kota Balikpapan tahun 2010 adalah 111,14. Rasio jenis kelamin Kota Balikpapan menurut kecamatan adalah sebagai berikut:

 

Tabel 3

Jenis Kelamin dan Sex Ratio di Kota Balikpapan

Tahun 2010

 

Kecamatan

Jenis kelamin

Sex Ratio

Laki laki

Perempuan

Balikpapan Timur

35.059

30.809

113,79

Balikpapan Selatan

117.995

105.046

112,33

Balikpapan Utara

64.666

58.905

109,78

Balikpapan  Barat

47.368

42.915

110,38

Balipapan Tengah

58.464

53.454

109,37

Balikpapan

323.552

291.129

111,14

               Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Sex ratio penduduk Kota Balikpapan tertinggi di Kecamatan Balikpapan Timur , sedangkan sex ratio di Kecamatan lain hampir sama.

4.    Komposisi Penduduk

 

Tabel 4

Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) Kota Balikpapan Tahun 2010

 

No

Kecamatan

Penduduk

0-14 Th

15-64 Th

< 65 th

Depency Ratio (%)

1

Balikpapan Barat

22.821

64.384

2.628

39,25

2

Balikpapan Utara

31.660

88.844

3.067

39,09

3

Balikpapan Timur

16.764

47.569

1.535

38,47

4

Balikpapan Tengah

26.148

82.610

3.160

35,48

5

Balikpapan Selatan

52.651

165.416

4.974

34,84

 

Jumlah

150.044

449.273

15.364

36,82

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

 

            Dari grafik penduduk Kota Balikpapan Tahun 2010 mengalami transisi demografi cukup cepat.  proporsi balita (0-4 tahun) relatif kecil, yaitu hanya 6,87% (42.252 jiwa) dari penduduk muda (young population) ke penduduk peralihan (intermediate population), dimana terlihat proporsi penduduk usia muda relatif sama jumlahnya dengan penduduk usia produktif. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin baik dan juga  keberhasilan program keluarga berencana (KB) dalam menekan angka kelahiran.

 

C.  KEADAAN SOSIAL EKONOMI

 

            Kondisi perekonomian Kota Balikpapan relatif cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup memuaskan. Pada tahun 2010 penduduk miskin tercatat sebesar 23.311 jiwa, atau 3,79% dari seluruh penduduk Kota Balikpapan, peningkatan produktivitas ekonomi didominasi oleh sektor perdagangan dan pariwisata. Dengan peningkatan ekonomi mendorong berkembangnya taraf kehidupan secara makro. Meningkatnya aktifitas ekonomi dibidang perdagangan dan pariwisata menyebabkan peningkatan sektor usaha kecil dan menengah disektor industri kecil.

 

D.  TINGKAT PENDIDIKAN

 

            Peningkatkan sumber daya manusia tidak terlepas dari standar minimal pendidikan. Di Kota Balikpapan pada tahun 2010 prosentase terbesar dari penduduk yang tamat  pendidikan adalah  pendidikan SLTA sebesar 31,12%. Sedangkan yang terendah adalah pasca Sarjana 0.29 %. Data tingkat pendidikan Kota Balikpapan tahun 2010 adalah sebagai berikut:

 

Tabel 5

Tingkat Pendidikan Tertinggi Kota Balikpapan Tahun 2010

 

No

Jenis Pendidikan

Jumlah

%

1

Tidak Sekolah

120.293

20,18%

2

S D

146.995

24,66%

3

SLTP

88.241

14,81%

4

SLTA

185.444

31,12%

5

Akademi

15.479

2,60%

6

Universitas

37.818

6,35%

7

Pasca Sarjana

1.705

0,29%

 

Jumlah

595.975

100

       Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

 

E.    JUMLAH PENDUDUK MISKIN

           Jumlah Penduduk Miskin Kota Balikpapan berdasarkan Laporan Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2010, berjumlah 23.311 jiwa, atau 3,79% dari seluruh penduduk kota sedangkan yang bersumber dari data BPS yang menjadi dasar penetapan kuota Jamkesmas berjumlah 27.716. atau 4,51% dari seluruh penduduk kota Balikpapan. Adapun distribusi penduduk miskin menurut kecamatan tahun 2010 adalah sebagai berikut :

 

Tabel 6

Jumlah Keluarga Miskin di Kota Balikpapan

 Tahun 2010

 

No

Kecamatan

Gakin Kota

Data Jamkesmas

Jumlah

%

Jumlah

%

1

Balikpapan Timur

2.496

10,71

 

3.758

13,56%

2

Balikpapan Selatan

10.168

43,62

10.713

38,65%

3

Balikpapan Tengah

2.936

12,59

3.517

12,69%

4

Balikpapan Utara

3.659

15,70

4.154

14,99%

5

Balikpapan Barat

4.052

17,38

5.574

20,11%

 

JUMLAH

23.311

100,00

27.716

100

   Sumber : Satgas  Jamkesmas/Gakin

 

Proporsi terbesar  penduduk miskin berada di Kecamatan Balikpapan Selatan, sedangkan terkecil  berada di Kecamatan Balikpapan Tengah.

 

F.    SOSIAL BUDAYA

               Pertumbuhan kota ini dimulai sejak ditemukan minyak oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1887 dan berkembang dengan kegiatan perminyakan yang dilaksanakan Shell dan Caltex sekitar tahun 1950-an.

               Pada tahun 1969 – 1970 terjadi eksploitasi sumber daya alam dari sektor perkayuan serta  kegiatan eksplorasi minyak untuk menemukan sumur-sumur baru yang dilakukan Union Oil, Huffco dan Total Indonesie.

               Pada tahun 1982 dilakukan proyek perluasan kilang minyak Balikpapan oleh perusahaan Bechtel Corporation serta pengembangan Bandara Sepinggan menjadi Bandara Internasional dan Embarkasi yang yang menyerap banyak tenaga kerja.  Hal tersebut mengundang urbanisasi dan migrasi dari berbagai daerah ke Kota Balikpapan, sehingga menyebabkan beragamnya suku di Kota Balikpapan dan hampir seluruh suku yang ada di Indonesia serta warga negara asing karena keberadaan perusahaan asing di Balikpapan.

   Penduduk Kota Balikpapan sebagian besar terdiri dari berbagai etnis dari suku Bugis, Jawa, Banjar, Kutai, Buton dan lain-lain. Dengan beragamnya suku tersebut banyak berdiri paguyuban kedaerahan yang keberadaannya justru memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

BAB III

DERAJAT KESEHATAN

 

            Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dimana yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

            Derajat kesehatan yang optimal akan dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur-unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya seperti morbiditas dan status gizi. Kualitas hidup yang digunakan sebagai indikator adalah angka kelahiran hidup, sedangkan untuk mortalitas adalah angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, angka kematian balita per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian ibu per 100.000 persalinan.

A.     ANGKA KEMATIAN

1.  Angka Kematian Bayi (AKB)

Jumlah kematian bayi pada tahun 2010 kota Balikpapan  adalah 53 kasus. Adapun distribusi kematian bayi dari tahun 2008 – 2010 adalah sebagai berikut  :

Tabel 7

Angka Kematian Bayi  Kota Balikpapan

Tahun 2008-2010

 

Tahun

Jumlah Bayi

Kematian

Jumlah

Per seribu(o/oo)

2008

14.335

45

3,14

2009

14.968

35

2,41

2010

14.297

53

3,7

                               Sumber Data: Bid.Binkesmas

             

              Angka Kematian Bayi per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2010 naik (3,7) dibandingkan pada tahun 2009(2,41).Hal ini diharapkan pencatatan dan pelaporan kematian bayi semakin baik di setiap Puskesmas kota Balikpapan dengan diterapkannya peningkatan Sistem Registrasi kematian kota Balikpapan.

 

2.  Angka Kematian Balita (AKABA)

            Jumlah Balita tahun 2010 berjumlah 136.132. dan Jumlah kematian balita di kota Balikpapan tahun 2010 sebanyak 18 balita. Bila dibandingkan dengan target kematian nasional 40/1000 KH, angka kematian Kota Balikpapan masih dibawah target.  Adapun ditsribusi kematian balita di kota Balikpapan pada tahun 2008 – 2010  dapat dilihat pada tabel berikut.

 

 

Tabel 8

Angka Kematian Balita Kota Balikpapan

Tahun 2008 – 2010

 

Tahun

Jumlah Balita

Kematian

Jumlah

Per seribu(o/ooo)

2008

51.427

16

0,31

2009

75.676

16

0,21

2010

136.132

18

0,13

Sumber Data : Lb 2 Puskesmas

            Tabel diatas menjelaskan angka kematian balita pada tahun 2008  sampai dengan tahun 2010  secara riil tetap namun jika diprosentasekan selalu mengalami penurunan.Hal ini terkait dengan dengan jumlah balita pada tahun 2010 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2009, karena adanya perbedaan perhitungan sasaran jumlah balita, dimana pada tahun 2009 rumus yang dipakai untuk menghitung sasaran jumlah balita adalah: 13,1 X Jumlah penduduk, sedangkan pada tahun 2010 rumus yang dipakai 21,1 X jumlah penduduk.

 

3.  Angka Kematian Ibu (AKI)

            Angka kematian ibu bersalin (AKI) atau maternal mortality rate (MMR) sangat erat hubungannya dengan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu serta tingkat pelayanan kesehatan ibu terutama pada saat ibu hamil, bersalin dan masa nifas. Target AKI Nasional yang diharapkan pada tahun 2010 yaitu 150/100.000 KH.

            Adapun distribusi kematian ibu tahun 2008 – 2010 adalah sebagai berikut:

 

Tabel 9

Distribusi Angka Kematian Ibu Kota Balikpapan

Tahun 2008 – 2010

 

Tahun

Jumlah Bumil

Jumlah Kematian

Jumlah

Per 100 ribu (o/oo.ooo)

2008

15.747

7

44,45

2009

15.786

6

38,01

2010

15.727

8

50,87

         Sumber Data: Bid.Binkesmas

 

Angka kematian Ibu di Kota Balikpapan tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 mengalami kenaikan dibandingkan dengan jumlah kasus 8 atau (50,87 per 100.000 KH).

 

4.  Angka Kesakitan Umum

               Rekapitulasi data   tahun 2010 tentang data penyakit (LB1) di 26 puskesmas Balikpapan terhimpun data 10 besar penyakit, dengan urutan sebagai berikut :

 

Tabel 10

Data 10 Besar Penyakit di Puskesmas

 Tahun 2010

 

No

Jenis Penyakit

Jumlah

%

1

Nasopharingitis Akuta (common cold) ISPA (J00)

23,204

28.09

2

Hipertensi Primer (I10)

15,900

19.25

3

Peny Pulpa & Jaringan Perapikal (K04)

7,685

9.30

4

Infeksi akut lain pd sal pernafasan atas (J06)

7,116

8.61

5

Type 2: Non insulin dependen DM (E11)

5,225

6.33

6

Pharingitis (J02)

4,916

5.95

7

Dyspepsia (K30)

4,840

5.86

8

Gastrtitis (K29)

4,636

5.61

9

Diare dan Gastroenteritis non spesifik (A09)

4,567

5.53

10

Influenza, virus tidak teridentifikasi (J11)

4,519

5.47

 

TOTAL

82,608

100.00

Sumber : Sub.Bag Perencanaan

Sistem Manajemen Informasi Puskesmas dilaksanakan di Puskesmas dengan pengkodean diagnose penyakit berdasarkan ICD 10. Dengan diberlakukannya pengkodean ICD 10, penyakit terdiagnosa lebih terinci dan jumlah kasus penyakit terdistribusi sesuai indikasi medisnya.

               Distribusi sepuluh penyakit terbanyak dipuskesmas pada tahun 2010 , terbanyak penyakit Nasopharingitis Akuta (Commond Cold) /Infeksi Saluran Pernapasan bagian Atas (ISPA) (28,09%), dan Penyakit Tekanan Darah Tinggi (19,20%).

                           Pola penyakit ini menggambarkan adanya transisi epidemiologi penyakit, dimana penyakit degeneratif (tidak menular) menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya dibandingkan dengan tahun 2009, sedangkan penyakit menular mengalami penurunan jumlah kasus. Dan ini berkaitan dengan pola gaya hidup masyarakat yang berisiko terhadap penyakit penyakit degeneratif (tidak menular).

 

BAB IV

UPAYA KESEHATAN

 

A.     PELAYANAN KESEHATAN DASAR

           Sarana Pelayanan Kesehatan di Kota Balikpapan secara umum dikatakan sudah cukup merata, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas Adapun penduduk yang memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut:

1.   Kunjungan Puskesmas

Jumlah Puskesmas yang ada di Kota Balikpapan sebanyak 26 Puskesmas dan 14 Puskemas Pembantu. Jumlah kunjungan penduduk yang memanfaatkan Puskesmas dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 selalu mengalami peningkatan,  tahun 2010 sebesar 453.328 pasien atau 73,75% dari jumlah penduduk kota Balikpapan.

 

Tabel 11

Distribusi Kunjungan Pasien ke Puskesmas

Tahun 2010

 

No

Kecamatan

Jumlah

%

1

BALIKPAPAN TIMUR

      63,074

     13.91

2

BALIKPAPAN SELATAN

    143,917

     31.75

3

BALIKPAPAN TENGAH

      46,957

     10.36

4

BALIKPAPAN UTARA

    113,327

     25.00

5

BALIKPAPAN BARAT

      86,053

     18.98

 

JUMLAH

    453,328

   100.00

  Sumber : Sub.Bag Perencanaan         

 

Proporsi kunjungan pasien yang datang ke puskesmas pada tahun 2010 per kecamatan, terbanyak   di Kecamatan Balikpapan Selatan (31,75%), dan terkecil di Kecamatan Balikpapan Tengah (10,36%).

 

            Distribusi pemanfaatan pelayanan di puskesmas dari tahun 2008-2010 adalah sebagai berikut:

 

Tabel 12

Penduduk Memanfaatkan Pelayanan  Puskesmas

Tahun 2008-2010

 

       Tahun

 Jumlah Penduduk

Kunjungan Pasien

Jumlah

%

2008

601.392

383.094

63,70

2009

621.862

405.155

67,37

2010

614.681

453.328

73,75

                Sumber : Sub.Bag Perencanaan

 

B.     PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN

Jumlah rumah sakit baik milik pemerintah dan swasta di Kota Balikpapan sebanyak 10 rumah sakit umum dan 2 rumah sakit bersalin, dengan persentase penduduk yang memanfaatkan rumah sakit mencapai 19,03% mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008-2009, prosentase ini didapat dari Laporan  4 rumah sakit dari 12 rumah sakit yang ada  di Kota Balikpapan.

Adapun pemanfaatan pelayanan rumah sakit dari tahun 2010 adalah sebagai berikut:

 

Tabel 13

Pemanfaatan Pelayanan Rumah Sakit

Tahun 2008-2010

 

Tahun

Jumlah

Penduduk

Jumlah Kunjungan

 

%

R.Jalan

R.Inap

Total

2008

601.392

153.089

31.988

185.077

30,77

2009

621.862

161.937

35.417

197.354

31,74

2010

614.681

93.691

23.307

116.998

19,03

     Sumber : Sub.Bag Perencanaan

 

        Dari tabel diatas turunnya kunjungan Rumah sakit disebabkan telah beroperasinya puskesmas rawat inap menjadi puskesmas 24 Jam sejak tahun 2009 sehingga pasien yang terdekat dapat memanfaatkan pelayanan tersebut tanpa harus ke rumah sakit yang dirasa cukup jauh.

 

C.     PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR

1.     Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2 DBD)

Penyakit Demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh vektor utama Aedes aegpty. Untuk mencegah penyakit ini diperlukan peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan 3 M (menguras, menimbun dan mengubur) potensi tempat breeding place (berkembang biak) Aedes aegpty.

               Penyakit Demam berdarah dengue di Kota Balikpapan pada tahun 2010 mengalami peningkatan jumlah kasus.

Insiden Rate penyakit DBD ini dapat di lihat dari tabel- tabel berikut ini.

Tabel 14

Insiden Rate Penyakit DBD Tahun 2008-2010

 

Tahun

Kasus

IR Per 100.000

2008

1.556

216,74

2009

1.094

181,91

2010

1.796

292,18

                Sumber : Bid.P2PL

 

            Insiden rate kasus DBD Kota Balikpapan pada tahun 2010  mengalami peningkatan  (292,18. per 100.000) dibandingkan pada tahun 2009(181,91 per 100.000)         

            Kasus DBD di Kota Balikpapan menjadi lebih tinggi,  apabila dibandingkan indikator Indonesia Sehat 2010, dengan standar Insiden Rate (IR) 2 per 100.000 penduduk.  Sedangkan Case Fatality Rate (CFR) Penyakit DBD di Kota Balikpapan tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2009.

 

Adapun distribusi CFR DBD di kota Balikpapan adalah sebagai berikut :

Tabel 15

CFR DBD Tahun 2008-2010

 

Tahun

Jumlah

 

CFR %

Kasus

Kematian

2008

1.556

29

1,88

2009

1.094

14

1,28

2010

1.796

7

0,39

             Sumber : Bid.P2PL

 

                        Pada tahun 2010, jumlah kematian sebanyak 7 orang dengan angka kematian (CFR) 0,39 %. Apabila dibandingkan indikator Indonesia Sehat 2010, dimana Case Fatality Rate (CFR) 1%, maka CFR kota Balikpapan  berada di bawah indicator CFR DBD Indonesia Sehat 2010.

           

1.   Penyakit Tuberkulosis Paru (P2 TB Paru)

       Penyakit TB paru di Kota Balikpapan masih menjadi masalah kesehatan karena:

·             Penemuan penderita TB dengan BTA (+) masih rendah

·             Prosentase penularan tertinggi  pada kelompok produktif

·             Menyerang pada semua kelompok umur

Dari gambaran pencapaian program penanggulangan TB Paru di Balikpapan tahun 2010 menunjukkan pencapaian yang belum memuaskan dan memerlukan peningkatan.

Adapun gambaran hasil program penaggulangan Tb paru  pada tabel dibawah ini :

 

Tabel 16

Pencapaian Penanggulangan Penyakit TB Paru

  Tahun  2008 – 2010

 

NO

INDIKATOR

TAHUN

2008

2009

2010

1

Target suspek penderita

12.118

12.278

12.640

2

Jumlah suspek yang didapat

2.671

3.496

3.207

3

Angka konversi (%) kohort

87,00

90,48

86,00

4

Angka kesembuhan (%) kohort

81,00

80,89

87,87

5

Cross Check

1,7

0 %

0 %

6

Angka deteksi kasus

18,35

20,40

24,83

            Sumber : Bid.P2PL

 

Jumlah puskesmas dengan program DOTS pada tahun 2010 sebesar 100% (26 puskesmas). Angka kesembuhan pada tahun 2010 lebih rendah dibandingkan dengan pada tahun 2009. Jumlah penemuan suspek penderita pada tahun 2010 (24,37%) lebih rendah dibandingkan pada tahun 2009 (28,47%). Sedangkan angka kesembuhan lebih tinggi (87,87%) dibandingkan pada tahun 2009 (80,89 %).

Penularan kasus TB paru cukup tinggi didaerah slum area (daerah kumuh) dengan sanitasi perumahan dan populasi penduduk yang tinggi diharapkan program aktif case finding selektif pada daerah tinggi kasus harus dilaksanakan untuk mengoptimalkan penjaringan kasus TB paru.

 

2.    Penyakit Kusta (P2 Kusta)

      Pencapaian penanggulangan penyakit kusta di Kota Balikpapan cukup memuaskan, dengan gambaran pencapaian penanggulangan penyakit kusta tergambar dalam tabel dibawah ini:

 

Tabel 17

Pencapaian Penanggulangan Penyakit Kusta

 Tahun 2008 – 2010

 

NO

INDIKATOR

TAHUN

2008

2009

2010

1

Jumlah penderita

57

27

23

2

Target prevalensi

1/10.000

1/10.000

1/10.000

3

Prevalensi

0,99/10.000

0,40/10.000

0.36/10.000

4

Penderita < 15 Tahun

18,42

3,70

4.34

5

Case detection rate

/10.000 penduduk

6,58

4,67

3.66

            Sumber : Bid.P2PL

 

pada tahun 2008 total penderita kusta terdaftar  57 penderita dan pada tahun 2010 menurun dengan jumlah penderita 23 dengan prevalensi 0,36.per sepuluh ribu penduduk.

 

3.    Penyakit Diare (P2 Diare)

            Kasus diare di Balikpapan tergantung dengan musim dan bersifat situasional, saat musim menjelang kemarau dan menjelang hujan angka kasus cukup tinggi. Pada musim kemarau kasus diare meningkat tajam, hal tersebut dipengaruhi  oleh kualitas dan kuantitas sarana air bersih. Penyakit diare juga dipengaruhi oleh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara individu, terutama perilaku mencuci tangan saat makan dan jajan makanan yang tidak terjaga hygiene sanitasinya.

 

Tabel 18

Pencapaian Penanggulangan Penyakit Diare

Tahun 2008 – 2010

 

Tahun

Jumlah Penderita

Insiden Rate (IR) per 1000

Balikpapan

Nasional

2008

9.537

15

200

2009

9.334

16

300

2010

10.517

38

423

                          Sumber : Bid.P2PL

 

            Berdasarkan tabel insiden rate diare di Kota Balikpapan tahun 2008-2010 dalam 3 tahun berturut-turut mengalami  kenaikan walaupun tidak terlalu signifikan namun masih tetap dibawah target insiden rate (IR) nasional.

 

4.    Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut

           

            Penyakit infeksi saluran pernafasan akut dipengaruhi oleh musim,  tingkat sanitasi perumahan yang buruk dan status gizi.

 

Tabel 19

Pencapaian Penanggulangan Penyakit ISPA

Tahun 2008 – 2010

 

NO

INDIKATOR

TAHUN

2008

2009

2010

1

2

3

4

Jumlah penderita ISPA

Target penemuan pnemonia

Jumlah kasus pnemonia

Penemuan pnemonia

78.114

5.591

1.536

27.47

58.387

5.591

935

16,72

72.891

6.018

1.439

23,91

            Sumber : Bid.P2PL

 

Berdasarkan tabel  proporsi penemuan pneumonia pada balita tahun 2008-2010 mengalami penurunan untuk tahun 2009 namun proporsi penemuan pneumonia pada tahun 2010 kembali mengalami kenaikan.


5.       Penyakit Kelamin dan HIV/AIDS

Cakup penanggulangan P2 Kelamin dan HIV/AIDS adalah sebagai berikut:

Tabel 20

Target (Indikator) Pencapaian Penanggulangan

Penyakit Kelamin dan HIV/ AIDS Tahun 2008 – 2010

 

No

KEGIATAN

TAHUN

2008

2009

2010

1

HIV/AIDS

 

 

 

 

- Jumlah sasaran

5.661

1.000

5.645

 

- Jumlah diperiksa

1.764

1.000

3.849

 

- Jumlah HIV / AIDS

50

78

91

 

- Target Insident

< 1 %

< 1 %

< 1 %

 

- Realisas

2.83

7

1.61

2

Sypilis

2008

2009

2010

 

- Jumlah penderita sypilis

0

0

-

 

- Target insident

1%

1%

1%

 

- Realisasi

0

0

-

3

Vagina Smear

2008

2009

2010

 

- Jumlah sasaran

450

762

1.373

 

- Jumlah GO diperiksa

112

117

162

 

- Target GO

< 10%

< 10%

< 10%

 

- Realisasi

24,89

15,35

11,80

            Sumber : Bid.P2PL

 

            Kegiatan penanggulangan P2 kelamin dan HIV/ AIDS di Kota Balikpapan melaksanakan upaya – upaya kesehatan dengan :

1.      Pembinaan terhadap pramunikmat dilokalisasi

2.      Pemeriksaan Vagina smear

3.      Pemeriksaan HIV

4.      Mobile VCT & Out Reach

5.      Penyuluhan kondomisasi

6.      Penjangkauan Resti

 

Berdasarkan tabel 20 diatas jumlah pengidap penyakit kelamin dan HIV/AIDS dari tahun 2008-2010 mengalami peningkatan. Mengingat kasus penyakit kelamin dan  HIV / AIDS merupakan fenomena gunung es maka perlu perhatian yang serius oleh Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya dijajaran Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

 

Di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung penyakit HIV / AIDS banyak diderita oleh kalangan remaja yang rentan terhadap penggunaan narkotika dengan pemakaian jarum suntik, oleh karenanya kegiatan penyuluhan terhadap remaja di sekolah perlu ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran para remaja yang selanjutnya diharapkan kenakalan remaja dapat dicegah sehingga secara preventif dapat mengurangi kasus kenakalan remaja khususnya penyakit kelamin dan HIV / AIDS.

 

D.     KESEHATAN IBU DAN ANAK

Program kesehatan Ibu dan Anak dilaksanakan dalam rangka penurunan angka kematian bayi dan ibu dan penanggulangan kasus gizi buruk.

 

1.      Kunjungan Ibu Hamil

Jumlah sasaran ibu hamil di Kota Balikpapan pada tahun 2010 sebanyak 15.727 ibu hamil, sedangkan ibu bersalin sebanyak 15.010. adapun distribusi  kunjungan ibu hamil di Kota Balikpapan adalah sebagai berikut :

 

Tabel 21

Distribusi Kunjungan Ibu Hamil K1 dan K4

Tahun 2008 – 2010

 

 

Tahun

Indikator

K1

K4

Jumlah

%

Jumlah

%

2008

14.455

91,80

13.998

88,89

2009

17.709

93,17

13.939

88.48

2010

14.732

93.67

13.735

87,33

Sumber Data : Bid.Binkesmas

2.    Deteksi Resiko Tinggi

Jumlah sasaran bumil resiko tinggi kota Balikpapan tahun 2010 adalah 3.145 jiwa,  deteksi resiko tinggi pada bumil perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada saat persalinan. Distribusi cakupan deteksi resiko tinggi adalah sebagai berikut:

 

Tabel 22

Distribusi Cakupan Deteksi Resti Ibu Hamil

Tahun 2007 – 2009

 

 

Tahun

Deteksi Resti

Nakes

Oleh Masy

Jumlah

%

Jumlah

%

2008

1.939

61,60

95

3.02

2009

2.147

68,00

38

1.20

2010

2.005

      63,75

72

1,98

 

 

 


 



 Sumber Data : Bid.Binkesmas


3      Persalinan

Jumlah sasaran Ibu bersalin pada tahun 2010 di Kota Balikpapan sebanyak 15.010 ibu bersalin,  distribusi persalinan oleh tenaga kesehatan dan non nakes adalah sebagai berikut :

Tabel 23

Distribusi Cakupan Persalinan

Tahun 2008 – 2010

 

Tahun

Persalinan

Nakes

Non Nakes

%

%

2008

13.150

87,43

887

5,90

2009

13.360

91,20

252

1,72

2010

12.837

85,52

114

0,76

 

 

 




Sumber Data : Bid.Binkesmas

 

4      Kunjungan Neonatus

Jumlah sasaran bayi baru lahir di Kota Balikpapan pada tahun 2010 sebanyak 15.010 Kunjungan neonatus merupakan salah satu upaya dalam rangka penurunan angka kematian bayi. adapun distribusi  kunjungan neonatus di Kota Balikpapan adalah sebagai berikut:

Tabel 24

Distribusi Kunjungan Neonatus

Tahun 2008 – 2010

Tahun

Kunjungan Neonatus

KN1

KN2

%

%

2008

12.742

88,90

12.878

89,94

2009

13.459

90,40

12.907

87,00

2010

12.951

         86,28

12.837

          85,52

Sumber Data : Bid.Binkesmas

               

E.      KELUARGA BERENCANA

1.   Aksep KB

Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kota Balikpapan tahun 2010 98.583 dan cakupan akseptor baru KB pada tahun 2010 mengalami  kenaikan dibandingkan pada tahun 2010. Adapun distribusi akseptor KB baru dan aktif adalah sebagai berikut:

Tabel 25

Distribusi Akseptor KB Baru dan Aktif

Tahun 2008 – 2010

 

Tahun

Akseptor KB

Baru

aktif

%

%

2008

8.818

9,45

71.233

76,38

2009

8.457

8,93

63.240

66,80

2010

12.680

12.09

74.779

78.85

   Sumber Data : Bid.Binkesmas

2.      Kontrasepsi

Jumlah peserta akseptor KB aktip di kota Balikpapan 74.799, jenis kontrasepsi yang diminati oleh akseptor adalah KB suntik, yang mencapai 39.46 %. Adapun distribusi penggunaan jenis kontrasepsi adalah sebagai berikut :

Tabel 26

Distribusi Jenis Kontrasepsi di Kota Balikpapan

Tahun  2010

NO

Jenis Kontrasepsi

Jumlah

%

1

IUD

12.206

16.33%

2

MOP

220

0.29%

3

MOW

2610

3.49%

4

IMPLANT

3528

4.72%

5

SUNTIK

29.488

39.46%

6

PIL

24.155

32.32%

7

KONDOM

2.528

3.38%

 

   Sumber Data : Bid.Binkesmas


F.     PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

1. Status Gizi

            Penimbangan bayi dan Balita merupakan salah satu kegiatan dalam usaha perbaikan gizi masyarakat yag dilaksanakan setiap bulannya di Posyandu. Pada tahun 2010 jumlah sasaran Balita di kota Balikpapan berdasarkan data BPS 136.132 balita, yang tercatat di posyandu berdasarkan data riil adalah memiliki (S)  50.393 dan yang memiliki KMS sebanyak 50.393, ditimbang 36.535. dan naik berat badanya adalah 26.475. Balita BGM 517. balita adapun distribusi cakupan penimbangan bayi dan balita diposyandu adalah sebagai berikut:

Tabel 27

SKDN Kota Balikpapan Tahun 2008-2010

 

TAHUN

CAKUPAN  SKDN (%)

K/S

D/S

N/D

N/S

BGM/D

2008

98,50

74,97

77,24

57,91

1,02

2009

102,77

77,16

57,00

43,98

1,00

2010

99.40

72.07

72.46

52,22

1,42

   Sumber Data : Bid.Binkesmas

Dari analisa SKDN dapat disimpulkan bahwa:

·      Cakupan pemberian kartu KMS terhadap jumlah bayi balita (K/S) sebesar 99.40 % pada tahun 2010.

·      Cakupan pencapaian program gizi (N/S) pada tahun 2010  52.22 % mengalami kenaikan bila dibandingkan pada tahun 2009.

·      Cakupan pertumbuhan bayi dan balita yang datang di Posyandu   (N/D) pada tahun 2010 sebesar 72.46 %, lebih tinggi bila dibandingkan pada atahun 2009. Dan lebih rendah dari target pencapaian  80%, hal ini perlu mendapat perhatian serius dari unsur terkait disebabkan hasil cakupan tersebut memperlihatkan tingkat partisipasi masyarakat yang mempunyai bayi balita yang naik BB nya dibandingkan dengan bayi balita yang ditimbang mengalami penurunan.

·      Cakupan Bayi dan balita dibawah garis merah dibandingkan dengan bayi dan balita yang datang ke Posyandu 1,0 % pada tahun 2009 mengalami kenaikan  menjadi 1,42 % pada tahun 2010. dan mencapai dibawah  3%.

 

2      Pemberian vitamin A

Jumlah sasaran balita yang  mendapatkan  kapsul vitamin A 2x setahun adalah sebanya 61.491 balita. Cakupan pemberian Vit A  Kota Balikpapan tahun 2010 mencapai 99.70.% sedang pemberian MP ASI telah mencapai 100 %. Tabel distribusi caklupan pemberian Vit A di Kota Balikpapan tahun 2008-2010.

 

Tabel 29

Cakupan Pemberian MP ASI dan Vit A

Tahun 2008-2010

 

Tahun

TAHUN

MP ASI

Vit A 2 X

%

%

2008

-

-

48.586

93,36

2009

23

71,88

47.137

92,63

2010

517

100

50.543

99,70

  
 
Sumber : Bid.Binkesmas

3      Pemberian Tablet Fe 1 dan Fe 3

Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di kota Balikpapan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:

 

Tabel 30

Cakupan Tablet Fe Kota Balikpapan

Tahun 2008-2010

 

Tahun

TAHUN

Fe 1

Fe 3

%

%

2008

12.927

82,06

13.122

83,33

2009

13.421

84.37

13.151

82.67

2010

14.732

95,23

13.735

87,88

                 Sumber : Bid.Binkesmas

4      Pemberian ASI Eklusif

Cakupan pemberian Asi Eklusif pada bayi di kota Balikpapan pada tahun 2008-2010  adalah sebagai berikut:

 

 

Tabel 31

Cakupan Pemberian ASI Ekslusif Kota Balikpapan

Tahun 2008-2010

 

Tahun

ASI Ekslusif

Non ASI Ekslusif

%

%

 2008

9.365

68.52

4.302

31.48

2009

9.165

67.80

5.352

32.20

2010

6.931

59.00

4.825

41.00

     Sumber : Bid.Binkesmas

 

 

E.     PROGRAM P2L

1.      Pelayanan imunisasi

          Cakupan IMM dasar kota Balikpapan semua antigan sudah mencapai target. Target ini terdiri dari : BCG, DPT, Polio target 95%, Campak 90%.                      

Tabel 32

Cakupan Imunisasi Kota Balikpapan

Tahun 2008-2010

 

IMUNISASI

TAHUN

2008

2009

2010

%

%

%

BCG

14.326

96,88

14.577

97,40

14.064

97,10

DPT+HB 1

14.348

97,01

14.577

97,40

14.240

98,30

DPT 3+HB3

14.286

96,59

14.532

97,10

14.188

98,00

POLIO 3

14.279

96,54

14.577

97,40

14.192

98,00

CAMPAK

14.071

69,66

14.377

95,80

14.000

96,70

% DO

 

1.93

 

1,70

 

1,70

             Sumber : Bid.P2PL

Adanya jumlah kelahiran (table 23) dengan jumlah bayi yang diimunisasi, disebabkan oleh bayi yang diimunisasi sebagian lahir pada tahun 2009

 

2.    Kesehatan Lingkungan

a.      Penyediaan Air bersih

Pemeriksaan terhadap kondisi sanitasi sarana air bersih di Kota Balikpapan  mencapai  98.142 % dari target dari target keluarga yang ada 117.386. 

 

 

Tabel 33

Cakupan Air Bersih Kota Balikpapan

Tahun 2008-2010

URAIAN

2008

2009

2010

JML

%

JML

%

JML

%

Jml Diperiksa

89.66

76.33

103.972

88.54

98.142

83.61

memiliki akses air bersih

86.09

96,08

101.101

96,28

94.216

96.00

                   Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas

       Proporsi cakupan keluarga yang memiliki akses air bersih dan memenuhi syarat dari tahun 2008-2010 mencapai 96,00% hampir sama dengan tahun 2009 . Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan air bersih untuk keperluan hidup sehari-hari cukup baik.

b.  Kondisi Kesehatan Rumah

      Pada tahun 2010 tercatat 98.142 buah rumah diperiksa dari 117.386 buah rumah yang ditargetkan. Adapun distribusi cakupan rumah sehat tahun 2008-2010 adalah sebagai berikut :

Tabel 34

Kondisi Rumah Sehat Kota balikpapan

Tahun 2008-2010

 

 

URAIAN

2008

2009

2010

JUMLAH

%

JUMLAH

%

JUMLAH

%

Memenuhi Syarat

57.428

77,86

63.049

70,55

82.439

83.99

Tidak Memenuhi Syarat

16.331

22,14

26.323

29,45

15.703

16.00

JUMLAH

73,759

100

89.372

100

98.142

100

            Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas

Dari tabel diatas proporsi kondisi rumah yang sehat pada tahun 2008-2010 mengalami kenaikan, namun jumlah rumah yang diperiksa mengalami penurunan.

 

 

 

 

c.      Jamban Keluarga (Jaga)

Tabel 35

Kepemilikan Jamban Keluarga Kota Balikpapan

 Tahun 2008-2010

 

URAIAN

2008

2009

2010

JUMLAH

%

JUMLAH

%

JUMLAH

%

Memenuhi Syarat

60.926

70,39

66.245

86,73

86.364

88

Tidak Memenuhi Syarat

21.633

29,61

10.134

13,27

11.778

12

JUMLAH

86.549

100

76.379

100

98.142

100

Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas

Kepemilikan jamban keluarga yang memenuhi syarat di Kota Balikpapan tahun 2010 meningkat (88 %) dibandingkan dengan tahun 2009 (86.73 %),.

d. Tempat  Tempat  Umum (TTU)

Tabel 36

Distribusi Hasil Pemeriksaan TTU

Tahun 2008-2010

 

 

URAIAN 

2008

2009

2010

JUMLAH

%

JUMLAH

%

JUMLAH

%

M  syarat

1.402

75,99

658

85,23

711

85,87

Tdk m. syarat

443

24,01

114

14,77

117

14,13

TOTAL

1.845

100

772

100

828

100

Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas

Proporsi TTU yang memenuhi syarat di Kota Balikpapan pada tahun 2008-2010 selalu mengalami kenaikan dari 85.23% tahun 2009 menjadi 85,87% tahun 2010.

e.     Tempat Pengolahan Makanan (TPM)

Secara keseluruhan TPM yang ada diKota Balikpapan yang didata oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tahun 2010 adalah 810 TPM, jumlah yang diperiksa 574 TPM.

 

 

 

 

Tabel 37

Distribusi  Hasil Pemeriksaan TPM

Tahun 2007-2009

 

 

URAIAN

2008

2009

2010

JML

%

JML

%

JML

%

Memenuhi Syarat

688

84,94

388

86,80

497

86.59

Tidak Memenuhi Syarat

122

15,06

59

13,20

77

13.41

TOTAL

810

100

477

100

574

100

            Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas

              Dari tabel diatas proporsi TPM yang memenuhi syarat 86,59 pada tahun 2010,lebih rendah 86,80 % dibanding pada tahun 2009..       

H.      PELAYANAN KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN

1.   Kefarmasian

            Dalam tahun anggaran 2010 kegiatan yang dilaksanakan untuk pelayanan kefarmasiaan  adalah melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian teknis penyelenggaraan kefarmasian meliputi produksi, pengadaan, distribusi dan penggunaan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan, zat adiktif, narkotika dan bahan berbahaya.

            Adapun kegiatan yang dilakukan tahun 2010 sebagai berikut:

No

Sarana

Jumlah Sarana

Diperiksa

%

1

Apotik

65

0,10

2

Toko Obat

66

0,10

3

Warung & Toko Kelontong yang menjual obat

322

0,50

4

Salon

81

0,12

5

Distribusi Makanan-Minuman

115

0,18

Jumlah

649

100

             Sumber : Sie Farmasi 

a.      Pemantauan penggunaan obat generic di Puskesmas dan Rumah Sakit

b.      Melakukan memantauan pemakaian resep narkotika & psikotropika pada 147 apotik   dan 26 Puskesmas, 14 Puskesmas Pembantu.

c.      Melakukan pembinaan dan pemantauan rasionalisasi penggunaan obat di puskesmas

d.      Melakukan pembinaan pada sarana distribusi makanan dan minuman seperti   supermarket, pasar tradisional, bazaar ramadhan, toko - toko kelontong.

e.      Melakukan penyuluhan keamanan pangan pada Industri rumah Tangga Pangan.

 

Tabel 38

Hasil Penyuluhan Keamanan Pangan

 

Penyuluhan

Tahun   2008

Tahun  2009

Tahun  2010

Jumlah

Yg keluar No PIRT

Jumlah

Yg keluar No PIRT

 

 

PKP

572

 

74% 

861

 

65%

1000

 

PIRT

426

 

561

671

67%

 Ket : PKP  (Penyuluhan Keamanan Pangan)

          PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga Pangan)

 

Pemeriksaan uji kualitas mutu makanan dilakukan secara rapid test dan secara analisa kuantitatif di laboratorium pada makanan-minuman yang dicurigai mengandung formalin, borax, pemanis, pewarna dan pengawet.

 

Tabel 39

Hasil Uji Kualitas Mutu Makanan Minuman

 

Uraian

2008

2009

2010

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Memenuhi syarat

     198

71,74

204

95,80

284

93,12

Tidak memenuhi syarat

      78

28,26

9

4,20

21

6,88

Jumlah

     276

100

213

100

305

100

       Sumber : Sie Farmasi

 

Pada tahun 2010 hasil pemeriksaan uji kualitas mutu makanan dan minuman pada jajanan anak sekolah dan bazaar ramadhan sejumlah 305 sampel dan terdapat 21 sampel makanan yang tidak memenuhi syarat yaitu :

-       Angka Lempeng Total (ALT) secara mikrobiologi 15 sampel

-       Pemanis 4 sampel

-       Pewarna 2 sampel

 

 

1.  Obat dan Alat Kesehatan

 

         Kegiatan yang dilaksanakan adalah  pengelolaan obat dan alat kesehatan pada unit pelayanan di Dinas Kesehatan.

Tabel 40

Evaluasi dan Analisa Data RFS obat di Puskesmas

Tahun 2010

 

No

Uraian

Jumlah

1

Pengadaan Obat di IFK Januari s/d Desember 2010

2.419.759.163

2

Penerimaan dana RFS dari Puskesmas

2.673.512.607

3

Nilai obat yang telah didistribusikan Jan s/d des 2010

2.491.081.673

4

Sisa stok obat puskesmas per 31 Desember 2010

271.050.224

5

Stok obat di IFK per 31 Desember 2010

555.134.918

6

Omzet penjualan tahun 2010

2.491.081.673

Sumber : Instalasi Farmasi Kota


BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

 

A.     SARANA KESEHATAN

          Sarana pelayanan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak menyebar di seluruh kecamatan. Kecamatan yang paling banyak sarana pelayanannya adalah Kecamatan Balikpapan Selatan dan Barat, dimana  sarana pelayanan tersebut mudah diakses oleh seluruh penduduk dengan menggunakan transportasi darat.

          Pelayanan kebutuhan darah dilayani oleh PMI yang lokasinya di Kecamatan Balikpapan Selatan. Jarak terdekat PMI dengan Rumah Sakit adalah 1 Km sedangkan jarak terjauh 15 Km yaitu dengan RSUD Dr.Kanujoso.

Tabel 41

Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan

Tahun 2010

No

Uraian

Jumlah

Keterangan

1

Puskesmas

22

 

2

Puskesmas Mampu Poned

4

 

3

Puskesmas Pembantu

14

 

4

Polindes

0

 

5

Pos Kesehatan Desa

2

 

6

RSUD Kab/Kota

0

 

7

RS Pemerintah lainnya

4

1 Prov, 3 Dephamkam

8

RS Khusus Bersalin

1

 Pemkot

9

RS Swasta

5

 

10

RS Bersalin

2

 

11

Klinik

5

 

12

Puskesmas Keliling

26

 

13

Praktek Dokter

130

 

14

Praktek Dokter Gigi

134

 

14

Bidan Praktek

107

 

15

Apotek

103

 

16

Toko Obat

67

 

17

Laboratorium

10

 

18

Balai Pengobatan

18

 

 

 

 

 

 

B.     TENAGA KESEHATAN

 

Pada tahun 2010 jumlah tenaga yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan  baik tenaga medis maupun non medis berjumlah 2.159 orang yang tersebar di 5 Kecamatan yang ada di Kota Balikpapan.

Jenis tenaga terbanyak adalah tenaga keperawatan berjumlah 1.276 yang terdiri dari bidan, perawat, perawat bidan, perawat gigi dan tenaga keperawatan lain.

Untuk tenaga medis berjumlah 641 orang terdiri dari dokter spesialis 112 orang, dokter umum  405 orang dan 124 orang dokter gigi.

Tabel 42

Rasio Tenaga Kesehatan

 

 

No

Jenis Tenaga

 

Jumlah

Rasio

Tenaga/100.000 Penduduk

1

Dokter Umum

405

66

2

Dokter Spesialis

112

18

3

Dokter Gigi

124

20

4

Apoteker