Waktu
| Profil 2010 |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Thursday, 27 October 2011 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengelolaan Manajemen kesehatan membutuhkan informasi data kesehatan yang dapat dipergunakan dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Keberhasilan pengelolaan manjemen kesehatan sangat ditentukan tersedianyan data dan informasi, dukungan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Dengan Pengelolaan manajemen kesehatan yang baik akan mendukung pengembangan kebijakan pembangunan kesehatan. Dalam menginformasikan permasalahan kesehatan perlu tersedianya data kesehatan yang akurat dan valid untuk mendukung langkah-langkah analisis, perencanaan dan pengambilan kebijakan yang dapat menggambarkan kondisi kesehatan. Salah satu sarana penyedia data kesehatan adalah Profil Kesehatan. Profil Kesehatan Kota Balikpapan memberikan data dan informasi gambaran situasi dan sarana pelaporan hasil pemantauan pencapaian dari penyelenggaraan pelayanan minimal, yang bersumber dari berbagai instansi baik dari dinas Kesehatan kota Balikpapan, maupun lintas sector terkait seperti : Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana serta RS Pemerintah maupun RS swasta yang ada di kota Balikpapan.
1. Umum Adanya gambaran dan cakupan pelayanan program kesehatan Kota Balikpapan pada tahun 2010 2. Khusus a. Menggambarkan situasi derajat kesehatan Kota Balikpapan b. Menggambarkan pencapaian program bidang Pelayanan Kesehatan, bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Program Bina Kesehatan Masyarakat serta Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan tahun 2010.
Sistematika Penyusunan Profil Kesehatan kota Balikpapan :
Bab I Pendahuluan. Menyajikan tentang tujuan penyusunan Profil Kesehatan. Bab II Gambaran Umum. Menyajikan gambaran umum yang meliputi Keadaan Geografi, Keadaan Demografi, Keadaan Lingkungan dan Keadaan Perilaku Masyarakat di Kota Balikpapan.
Bab III Situasi Derajat Kesehatan. Berisi uraian tentang indikator keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tahun 2010 yang mencakup tentang angka kematian, angka kesakitan, dan angka status gizi Bab IV Situasi Upaya Kesehatan. Memberikan gambaran dari upaya Pelayanan Kesehatan Dasar, Pelayanan Kesehatan Rujukan, Pemberantasan Penyakit Menular, Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar, Perbaikan Gizi Masyarakat dan Pelayanan Kefarmasian Bab V Situasi Sumber Daya Kesehatan. Menguraikan tentang Keadaan Sarana Kesehatan, Tenaga Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan dan Informasi Kesehatan Bab VI Kesimpulan Memuat hal-hal yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut, berkaitan dengan keberhasilan-keberhasilan dan hal-hal yang masih dianggap kurang dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Kota Balikpapan kedepan.
BAB II GAMBARAN UMUM
A. KEADAAN GEOGRAFI DAN CUACA Balikpapan merupakan kota perdagangan, jasa dan industri karena letak geografisnya sangat strategis dari aspek lalu lintas perekonomian dan perhubungan bagi daerah-daerah di Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Kertanegara dan Samarinda. Balikpapan merupakan kota tujuan urbanisasi baik dari Kalimantan Timur maupun dari wilayah Indonesia. Hal ini terjadi karena Balikpapan merupakan pintu gerbang baik lintas Kalimantan Timur dengan keberadaan berbagai fasilitas perhubungan laut, darat maupun udara. Kota Balikpapan terletak diantara 1º LS - 1,5º LS dan 116,5º BT–117º BT termasuk dalam wilayah administrasi Propinsi Kalimantan Timur dengan luas wilayah 503,30 Km². Topografi wilayah Kota Balikpapan mempunyai karakteristik wilayah yang luas wilayahnya ± 85% terdiri dari daerah berbukit-bukit dan ±15% lainya merupakan daerah datar yang sempit dan terletak diantara daerah – daerah perbukitan dan sepanjang pantai. Kelerengan topografi antara 0% - 40% dengan luas daerah perkotaan padat (Build up Area) yang berupa daerah datar hingga berbukit ±102,7 Km² atau 20,41% dari wilayah Kota Balikpapan.
B. KEADAAN PENDUDUK 1. Pertumbuhan Jumlah penduduk di Balikpapan tahun 2010 berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan, adalah 614.681 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan penduduk tahun 2009-2010 sebesar 2,65%. Data perkembangan penduduk Kota Balikpapan tahun 2008-2010 adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Pertumbuhan Penduduk Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dari tabel 1 pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan tahun 2008–2010, tertinggi tahun 2008 (4.11 %) . Pada tahun 2010 tingkat pertumbuhan menurun(2,65%.) dibandingkan tingkat pertumbuhan penduduk tahun 2009(3,04 %). 2. Persebaran dan Kepadatan Penduduk Kota Balikpapan memilki luas wilayah 503.30 km2, dengan kepadatan penduduk 2010 adalah 1.221/ Km2. Adapun tingkat persebaran dan kepadatan penduduk menurut kecamatan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :
Tabel 2 Jumlah Penduduk dan Tingkat Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2010
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Persentase persebaran penduduk Kota Balikpapan tertinggi di Kecamatan Balikpapan Selatan (36,29%) sedangkan terendah di Kecamatan Balikpapan Timur (10,72%). Untuk tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kecamatan Balikpapan Tengah (10.110 jiwa/Km2) dan terendah di Kecamatan Balikpapan Timur (498 jiwa/Km2). 3. Sex Ratio Penduduk Perkembangan penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari perkembangan ratio jenis kelamin, yaitu perbandingan penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan. Untuk sex ratio penduduk Kota Balikpapan tahun 2010 adalah 111,14. Rasio jenis kelamin Kota Balikpapan menurut kecamatan adalah sebagai berikut:
Tabel 3 Jenis Kelamin dan Sex Ratio di Kota Balikpapan Tahun 2010
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sex ratio penduduk Kota Balikpapan tertinggi di Kecamatan Balikpapan Timur , sedangkan sex ratio di Kecamatan lain hampir sama. 4. Komposisi Penduduk
Tabel 4 Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) Kota Balikpapan Tahun 2010
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Dari grafik penduduk Kota Balikpapan Tahun 2010 mengalami transisi demografi cukup cepat. proporsi balita (0-4 tahun) relatif kecil, yaitu hanya 6,87% (42.252 jiwa) dari penduduk muda (young population) ke penduduk peralihan (intermediate population), dimana terlihat proporsi penduduk usia muda relatif sama jumlahnya dengan penduduk usia produktif. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin baik dan juga keberhasilan program keluarga berencana (KB) dalam menekan angka kelahiran.
C. KEADAAN SOSIAL EKONOMI
Kondisi perekonomian Kota Balikpapan relatif cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup memuaskan. Pada tahun 2010 penduduk miskin tercatat sebesar 23.311 jiwa, atau 3,79% dari seluruh penduduk Kota Balikpapan, peningkatan produktivitas ekonomi didominasi oleh sektor perdagangan dan pariwisata. Dengan peningkatan ekonomi mendorong berkembangnya taraf kehidupan secara makro. Meningkatnya aktifitas ekonomi dibidang perdagangan dan pariwisata menyebabkan peningkatan sektor usaha kecil dan menengah disektor industri kecil.
D. TINGKAT PENDIDIKAN
Peningkatkan sumber daya manusia tidak terlepas dari standar minimal pendidikan. Di Kota Balikpapan pada tahun 2010 prosentase terbesar dari penduduk yang tamat pendidikan adalah pendidikan SLTA sebesar 31,12%. Sedangkan yang terendah adalah pasca Sarjana 0.29 %. Data tingkat pendidikan Kota Balikpapan tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 5 Tingkat Pendidikan Tertinggi Kota Balikpapan Tahun 2010
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
E. JUMLAH PENDUDUK MISKIN Jumlah Penduduk Miskin Kota Balikpapan berdasarkan Laporan Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2010, berjumlah 23.311 jiwa, atau 3,79% dari seluruh penduduk kota sedangkan yang bersumber dari data BPS yang menjadi dasar penetapan kuota Jamkesmas berjumlah 27.716. atau 4,51% dari seluruh penduduk kota Balikpapan. Adapun distribusi penduduk miskin menurut kecamatan tahun 2010 adalah sebagai berikut :
Tabel 6 Jumlah Keluarga Miskin di Kota Balikpapan Tahun 2010
Sumber : Satgas Jamkesmas/Gakin
Proporsi terbesar penduduk miskin berada di Kecamatan Balikpapan Selatan, sedangkan terkecil berada di Kecamatan Balikpapan Tengah.
F. SOSIAL BUDAYA Pertumbuhan kota ini dimulai sejak ditemukan minyak oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1887 dan berkembang dengan kegiatan perminyakan yang dilaksanakan Shell dan Caltex sekitar tahun 1950-an. Pada tahun 1969 – 1970 terjadi eksploitasi sumber daya alam dari sektor perkayuan serta kegiatan eksplorasi minyak untuk menemukan sumur-sumur baru yang dilakukan Union Oil, Huffco dan Total Indonesie. Pada tahun 1982 dilakukan proyek perluasan kilang minyak Balikpapan oleh perusahaan Bechtel Corporation serta pengembangan Bandara Sepinggan menjadi Bandara Internasional dan Embarkasi yang yang menyerap banyak tenaga kerja. Hal tersebut mengundang urbanisasi dan migrasi dari berbagai daerah ke Kota Balikpapan, sehingga menyebabkan beragamnya suku di Kota Balikpapan dan hampir seluruh suku yang ada di Indonesia serta warga negara asing karena keberadaan perusahaan asing di Balikpapan. Penduduk Kota Balikpapan sebagian besar terdiri dari berbagai etnis dari suku Bugis, Jawa, Banjar, Kutai, Buton dan lain-lain. Dengan beragamnya suku tersebut banyak berdiri paguyuban kedaerahan yang keberadaannya justru memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. BAB III DERAJAT KESEHATAN
Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dimana yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Derajat kesehatan yang optimal akan dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur-unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya seperti morbiditas dan status gizi. Kualitas hidup yang digunakan sebagai indikator adalah angka kelahiran hidup, sedangkan untuk mortalitas adalah angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, angka kematian balita per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian ibu per 100.000 persalinan. A. ANGKA KEMATIAN 1. Angka Kematian Bayi (AKB) Jumlah kematian bayi pada tahun 2010 kota Balikpapan adalah 53 kasus. Adapun distribusi kematian bayi dari tahun 2008 – 2010 adalah sebagai berikut : Tabel 7 Angka Kematian Bayi Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber Data: Bid.Binkesmas
Angka Kematian Bayi per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2010 naik (3,7) dibandingkan pada tahun 2009(2,41).Hal ini diharapkan pencatatan dan pelaporan kematian bayi semakin baik di setiap Puskesmas kota Balikpapan dengan diterapkannya peningkatan Sistem Registrasi kematian kota Balikpapan.
2. Angka Kematian Balita (AKABA) Jumlah Balita tahun 2010 berjumlah 136.132. dan Jumlah kematian balita di kota Balikpapan tahun 2010 sebanyak 18 balita. Bila dibandingkan dengan target kematian nasional 40/1000 KH, angka kematian Kota Balikpapan masih dibawah target. Adapun ditsribusi kematian balita di kota Balikpapan pada tahun 2008 – 2010 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 8 Angka Kematian Balita Kota Balikpapan Tahun 2008 – 2010
Sumber Data : Lb 2 Puskesmas Tabel diatas menjelaskan angka kematian balita pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 secara riil tetap namun jika diprosentasekan selalu mengalami penurunan.Hal ini terkait dengan dengan jumlah balita pada tahun 2010 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2009, karena adanya perbedaan perhitungan sasaran jumlah balita, dimana pada tahun 2009 rumus yang dipakai untuk menghitung sasaran jumlah balita adalah: 13,1 X Jumlah penduduk, sedangkan pada tahun 2010 rumus yang dipakai 21,1 X jumlah penduduk.
3. Angka Kematian Ibu (AKI) Angka kematian ibu bersalin (AKI) atau maternal mortality rate (MMR) sangat erat hubungannya dengan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu serta tingkat pelayanan kesehatan ibu terutama pada saat ibu hamil, bersalin dan masa nifas. Target AKI Nasional yang diharapkan pada tahun 2010 yaitu 150/100.000 KH. Adapun distribusi kematian ibu tahun 2008 – 2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 9 Distribusi Angka Kematian Ibu Kota Balikpapan Tahun 2008 – 2010
Sumber Data: Bid.Binkesmas
Angka kematian Ibu di Kota Balikpapan tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 mengalami kenaikan dibandingkan dengan jumlah kasus 8 atau (50,87 per 100.000 KH).
4. Angka Kesakitan Umum Rekapitulasi data tahun 2010 tentang data penyakit (LB1) di 26 puskesmas Balikpapan terhimpun data 10 besar penyakit, dengan urutan sebagai berikut :
Tabel 10 Data 10 Besar Penyakit di Puskesmas Tahun 2010
Sumber : Sub.Bag Perencanaan Sistem Manajemen Informasi Puskesmas dilaksanakan di Puskesmas dengan pengkodean diagnose penyakit berdasarkan ICD 10. Dengan diberlakukannya pengkodean ICD 10, penyakit terdiagnosa lebih terinci dan jumlah kasus penyakit terdistribusi sesuai indikasi medisnya. Distribusi sepuluh penyakit terbanyak dipuskesmas pada tahun 2010 , terbanyak penyakit Nasopharingitis Akuta (Commond Cold) /Infeksi Saluran Pernapasan bagian Atas (ISPA) (28,09%), dan Penyakit Tekanan Darah Tinggi (19,20%). Pola penyakit ini menggambarkan adanya transisi epidemiologi penyakit, dimana penyakit degeneratif (tidak menular) menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya dibandingkan dengan tahun 2009, sedangkan penyakit menular mengalami penurunan jumlah kasus. Dan ini berkaitan dengan pola gaya hidup masyarakat yang berisiko terhadap penyakit penyakit degeneratif (tidak menular). BAB IV UPAYA KESEHATAN
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR Sarana Pelayanan Kesehatan di Kota Balikpapan secara umum dikatakan sudah cukup merata, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas Adapun penduduk yang memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut: 1. Kunjungan Puskesmas Jumlah Puskesmas yang ada di Kota Balikpapan sebanyak 26 Puskesmas dan 14 Puskemas Pembantu. Jumlah kunjungan penduduk yang memanfaatkan Puskesmas dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 selalu mengalami peningkatan, tahun 2010 sebesar 453.328 pasien atau 73,75% dari jumlah penduduk kota Balikpapan.
Tabel 11 Distribusi Kunjungan Pasien ke Puskesmas Tahun 2010
Sumber : Sub.Bag Perencanaan
Proporsi kunjungan pasien yang datang ke puskesmas pada tahun 2010 per kecamatan, terbanyak di Kecamatan Balikpapan Selatan (31,75%), dan terkecil di Kecamatan Balikpapan Tengah (10,36%).
Tabel 12 Penduduk Memanfaatkan Pelayanan Puskesmas Tahun 2008-2010
Sumber : Sub.Bag Perencanaan
B. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN Jumlah rumah sakit baik milik pemerintah dan swasta di Kota Balikpapan sebanyak 10 rumah sakit umum dan 2 rumah sakit bersalin, dengan persentase penduduk yang memanfaatkan rumah sakit mencapai 19,03% mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008-2009, prosentase ini didapat dari Laporan 4 rumah sakit dari 12 rumah sakit yang ada di Kota Balikpapan. Adapun pemanfaatan pelayanan rumah sakit dari tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 13 Pemanfaatan Pelayanan Rumah Sakit Tahun 2008-2010
Sumber : Sub.Bag Perencanaan
Dari tabel diatas turunnya kunjungan Rumah sakit disebabkan telah beroperasinya puskesmas rawat inap menjadi puskesmas 24 Jam sejak tahun 2009 sehingga pasien yang terdekat dapat memanfaatkan pelayanan tersebut tanpa harus ke rumah sakit yang dirasa cukup jauh.
C. PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR 1. Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2 DBD) Penyakit Demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh vektor utama Aedes aegpty. Untuk mencegah penyakit ini diperlukan peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan 3 M (menguras, menimbun dan mengubur) potensi tempat breeding place (berkembang biak) Aedes aegpty. Penyakit Demam berdarah dengue di Kota Balikpapan pada tahun 2010 mengalami peningkatan jumlah kasus. Insiden Rate penyakit DBD ini dapat di lihat dari tabel- tabel berikut ini. Tabel 14 Insiden Rate Penyakit DBD Tahun 2008-2010
Sumber : Bid.P2PL
Insiden rate kasus DBD Kota Balikpapan pada tahun 2010 mengalami peningkatan (292,18. per 100.000) dibandingkan pada tahun 2009(181,91 per 100.000) Kasus DBD di Kota Balikpapan menjadi lebih tinggi, apabila dibandingkan indikator Indonesia Sehat 2010, dengan standar Insiden Rate (IR) 2 per 100.000 penduduk. Sedangkan Case Fatality Rate (CFR) Penyakit DBD di Kota Balikpapan tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2009.
Adapun distribusi CFR DBD di kota Balikpapan adalah sebagai berikut : Tabel 15 CFR DBD Tahun 2008-2010
Sumber : Bid.P2PL
Pada tahun 2010, jumlah kematian sebanyak 7 orang dengan angka kematian (CFR) 0,39 %. Apabila dibandingkan indikator Indonesia Sehat 2010, dimana Case Fatality Rate (CFR) 1%, maka CFR kota Balikpapan berada di bawah indicator CFR DBD Indonesia Sehat 2010.
1. Penyakit Tuberkulosis Paru (P2 TB Paru) Penyakit TB paru di Kota Balikpapan masih menjadi masalah kesehatan karena: · Penemuan penderita TB dengan BTA (+) masih rendah · Prosentase penularan tertinggi pada kelompok produktif · Menyerang pada semua kelompok umur Dari gambaran pencapaian program penanggulangan TB Paru di Balikpapan tahun 2010 menunjukkan pencapaian yang belum memuaskan dan memerlukan peningkatan. Adapun gambaran hasil program penaggulangan Tb paru pada tabel dibawah ini :
Tabel 16 Pencapaian Penanggulangan Penyakit TB Paru Tahun 2008 – 2010
Sumber : Bid.P2PL
Jumlah puskesmas dengan program DOTS pada tahun 2010 sebesar 100% (26 puskesmas). Angka kesembuhan pada tahun 2010 lebih rendah dibandingkan dengan pada tahun 2009. Jumlah penemuan suspek penderita pada tahun 2010 (24,37%) lebih rendah dibandingkan pada tahun 2009 (28,47%). Sedangkan angka kesembuhan lebih tinggi (87,87%) dibandingkan pada tahun 2009 (80,89 %). Penularan kasus TB paru cukup tinggi didaerah slum area (daerah kumuh) dengan sanitasi perumahan dan populasi penduduk yang tinggi diharapkan program aktif case finding selektif pada daerah tinggi kasus harus dilaksanakan untuk mengoptimalkan penjaringan kasus TB paru.
2. Penyakit Kusta (P2 Kusta) Pencapaian penanggulangan penyakit kusta di Kota Balikpapan cukup memuaskan, dengan gambaran pencapaian penanggulangan penyakit kusta tergambar dalam tabel dibawah ini:
Tabel 17 Pencapaian Penanggulangan Penyakit Kusta Tahun 2008 – 2010
Sumber : Bid.P2PL
pada tahun 2008 total penderita kusta terdaftar 57 penderita dan pada tahun 2010 menurun dengan jumlah penderita 23 dengan prevalensi 0,36.per sepuluh ribu penduduk.
3. Penyakit Diare (P2 Diare) Kasus diare di Balikpapan tergantung dengan musim dan bersifat situasional, saat musim menjelang kemarau dan menjelang hujan angka kasus cukup tinggi. Pada musim kemarau kasus diare meningkat tajam, hal tersebut dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas sarana air bersih. Penyakit diare juga dipengaruhi oleh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara individu, terutama perilaku mencuci tangan saat makan dan jajan makanan yang tidak terjaga hygiene sanitasinya.
Tabel 18 Pencapaian Penanggulangan Penyakit Diare Tahun 2008 – 2010
Sumber : Bid.P2PL
Berdasarkan tabel insiden rate diare di Kota Balikpapan tahun 2008-2010 dalam 3 tahun berturut-turut mengalami kenaikan walaupun tidak terlalu signifikan namun masih tetap dibawah target insiden rate (IR) nasional.
4. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut
Penyakit infeksi saluran pernafasan akut dipengaruhi oleh musim, tingkat sanitasi perumahan yang buruk dan status gizi.
Tabel 19 Pencapaian Penanggulangan Penyakit ISPA Tahun 2008 – 2010
Sumber : Bid.P2PL
Berdasarkan tabel proporsi penemuan pneumonia pada balita tahun 2008-2010 mengalami penurunan untuk tahun 2009 namun proporsi penemuan pneumonia pada tahun 2010 kembali mengalami kenaikan.
Cakup penanggulangan P2 Kelamin dan HIV/AIDS adalah sebagai berikut: Tabel 20 Target (Indikator) Pencapaian Penanggulangan Penyakit Kelamin dan HIV/ AIDS Tahun 2008 – 2010
Sumber : Bid.P2PL
Kegiatan penanggulangan P2 kelamin dan HIV/ AIDS di Kota Balikpapan melaksanakan upaya – upaya kesehatan dengan : 1. Pembinaan terhadap pramunikmat dilokalisasi 2. Pemeriksaan Vagina smear 3. Pemeriksaan HIV 4. Mobile VCT & Out Reach 5. Penyuluhan kondomisasi 6. Penjangkauan Resti
Berdasarkan tabel 20 diatas jumlah pengidap penyakit kelamin dan HIV/AIDS dari tahun 2008-2010 mengalami peningkatan. Mengingat kasus penyakit kelamin dan HIV / AIDS merupakan fenomena gunung es maka perlu perhatian yang serius oleh Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya dijajaran Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.
Di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung penyakit HIV / AIDS banyak diderita oleh kalangan remaja yang rentan terhadap penggunaan narkotika dengan pemakaian jarum suntik, oleh karenanya kegiatan penyuluhan terhadap remaja di sekolah perlu ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran para remaja yang selanjutnya diharapkan kenakalan remaja dapat dicegah sehingga secara preventif dapat mengurangi kasus kenakalan remaja khususnya penyakit kelamin dan HIV / AIDS.
D. KESEHATAN IBU DAN ANAK Program kesehatan Ibu dan Anak dilaksanakan dalam rangka penurunan angka kematian bayi dan ibu dan penanggulangan kasus gizi buruk.
1. Kunjungan Ibu Hamil Jumlah sasaran ibu hamil di Kota Balikpapan pada tahun 2010 sebanyak 15.727 ibu hamil, sedangkan ibu bersalin sebanyak 15.010. adapun distribusi kunjungan ibu hamil di Kota Balikpapan adalah sebagai berikut :
Tabel 21 Distribusi Kunjungan Ibu Hamil K1 dan K4 Tahun 2008 – 2010
Sumber Data : Bid.Binkesmas 2. Deteksi Resiko Tinggi Jumlah sasaran bumil resiko tinggi kota Balikpapan tahun 2010 adalah 3.145 jiwa, deteksi resiko tinggi pada bumil perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada saat persalinan. Distribusi cakupan deteksi resiko tinggi adalah sebagai berikut:
Tabel 22 Distribusi Cakupan Deteksi Resti Ibu Hamil Tahun 2007 – 2009
Jumlah sasaran Ibu bersalin pada tahun 2010 di Kota Balikpapan sebanyak 15.010 ibu bersalin, distribusi persalinan oleh tenaga kesehatan dan non nakes adalah sebagai berikut : Tabel 23 Distribusi Cakupan Persalinan Tahun 2008 – 2010
4 Kunjungan Neonatus Jumlah sasaran bayi baru lahir di Kota Balikpapan pada tahun 2010 sebanyak 15.010 Kunjungan neonatus merupakan salah satu upaya dalam rangka penurunan angka kematian bayi. adapun distribusi kunjungan neonatus di Kota Balikpapan adalah sebagai berikut: Tabel 24 Distribusi Kunjungan Neonatus Tahun 2008 – 2010
Sumber Data : Bid.Binkesmas
E. KELUARGA BERENCANA 1. Aksep KB Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kota Balikpapan tahun 2010 98.583 dan cakupan akseptor baru KB pada tahun 2010 mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2010. Adapun distribusi akseptor KB baru dan aktif adalah sebagai berikut: Tabel 25 Distribusi Akseptor KB Baru dan Aktif Tahun 2008 – 2010
Sumber Data : Bid.Binkesmas 2. Kontrasepsi Jumlah peserta akseptor KB aktip di kota Balikpapan 74.799, jenis kontrasepsi yang diminati oleh akseptor adalah KB suntik, yang mencapai 39.46 %. Adapun distribusi penggunaan jenis kontrasepsi adalah sebagai berikut : Tabel 26 Distribusi Jenis Kontrasepsi di Kota Balikpapan Tahun 2010
Sumber Data : Bid.Binkesmas
1. Status Gizi Penimbangan bayi dan Balita merupakan salah satu kegiatan dalam usaha perbaikan gizi masyarakat yag dilaksanakan setiap bulannya di Posyandu. Pada tahun 2010 jumlah sasaran Balita di kota Balikpapan berdasarkan data BPS 136.132 balita, yang tercatat di posyandu berdasarkan data riil adalah memiliki (S) 50.393 dan yang memiliki KMS sebanyak 50.393, ditimbang 36.535. dan naik berat badanya adalah 26.475. Balita BGM 517. balita adapun distribusi cakupan penimbangan bayi dan balita diposyandu adalah sebagai berikut: Tabel 27 SKDN Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber Data : Bid.Binkesmas Dari analisa SKDN dapat disimpulkan bahwa: · Cakupan pemberian kartu KMS terhadap jumlah bayi balita (K/S) sebesar 99.40 % pada tahun 2010. · Cakupan pencapaian program gizi (N/S) pada tahun 2010 52.22 % mengalami kenaikan bila dibandingkan pada tahun 2009. · Cakupan pertumbuhan bayi dan balita yang datang di Posyandu (N/D) pada tahun 2010 sebesar 72.46 %, lebih tinggi bila dibandingkan pada atahun 2009. Dan lebih rendah dari target pencapaian 80%, hal ini perlu mendapat perhatian serius dari unsur terkait disebabkan hasil cakupan tersebut memperlihatkan tingkat partisipasi masyarakat yang mempunyai bayi balita yang naik BB nya dibandingkan dengan bayi balita yang ditimbang mengalami penurunan. · Cakupan Bayi dan balita dibawah garis merah dibandingkan dengan bayi dan balita yang datang ke Posyandu 1,0 % pada tahun 2009 mengalami kenaikan menjadi 1,42 % pada tahun 2010. dan mencapai dibawah 3%.
2 Pemberian vitamin A Jumlah sasaran balita yang mendapatkan kapsul vitamin A 2x setahun adalah sebanya 61.491 balita. Cakupan pemberian Vit A Kota Balikpapan tahun 2010 mencapai 99.70.% sedang pemberian MP ASI telah mencapai 100 %. Tabel distribusi caklupan pemberian Vit A di Kota Balikpapan tahun 2008-2010.
Tabel 29 Cakupan Pemberian MP ASI dan Vit A Tahun 2008-2010
3 Pemberian Tablet Fe 1 dan Fe 3 Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di kota Balikpapan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 30 Cakupan Tablet Fe Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber : Bid.Binkesmas 4 Pemberian ASI Eklusif Cakupan pemberian Asi Eklusif pada bayi di kota Balikpapan pada tahun 2008-2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 31 Cakupan Pemberian ASI Ekslusif Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber : Bid.Binkesmas
E. PROGRAM P2L 1. Pelayanan imunisasi Cakupan IMM dasar kota Balikpapan semua antigan sudah mencapai target. Target ini terdiri dari : BCG, DPT, Polio target 95%, Campak 90%. Tabel 32 Cakupan Imunisasi Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber : Bid.P2PL Adanya jumlah kelahiran (table 23) dengan jumlah bayi yang diimunisasi, disebabkan oleh bayi yang diimunisasi sebagian lahir pada tahun 2009
2. Kesehatan Lingkungan a. Penyediaan Air bersih Pemeriksaan terhadap kondisi sanitasi sarana air bersih di Kota Balikpapan mencapai 98.142 % dari target dari target keluarga yang ada 117.386.
Tabel 33 Cakupan Air Bersih Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas Proporsi cakupan keluarga yang memiliki akses air bersih dan memenuhi syarat dari tahun 2008-2010 mencapai 96,00% hampir sama dengan tahun 2009 . Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan air bersih untuk keperluan hidup sehari-hari cukup baik. b. Kondisi Kesehatan Rumah Pada tahun 2010 tercatat 98.142 buah rumah diperiksa dari 117.386 buah rumah yang ditargetkan. Adapun distribusi cakupan rumah sehat tahun 2008-2010 adalah sebagai berikut : Tabel 34 Kondisi Rumah Sehat Kota balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas Dari tabel diatas proporsi kondisi rumah yang sehat pada tahun 2008-2010 mengalami kenaikan, namun jumlah rumah yang diperiksa mengalami penurunan.
c. Jamban Keluarga (Jaga) Tabel 35 Kepemilikan Jamban Keluarga Kota Balikpapan Tahun 2008-2010
Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas Kepemilikan jamban keluarga yang memenuhi syarat di Kota Balikpapan tahun 2010 meningkat (88 %) dibandingkan dengan tahun 2009 (86.73 %),. d. Tempat Tempat Umum (TTU) Tabel 36 Distribusi Hasil Pemeriksaan TTU Tahun 2008-2010
Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas Proporsi TTU yang memenuhi syarat di Kota Balikpapan pada tahun 2008-2010 selalu mengalami kenaikan dari 85.23% tahun 2009 menjadi 85,87% tahun 2010. e. Tempat Pengolahan Makanan (TPM) Secara keseluruhan TPM yang ada diKota Balikpapan yang didata oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tahun 2010 adalah 810 TPM, jumlah yang diperiksa 574 TPM.
Tabel 37 Distribusi Hasil Pemeriksaan TPM Tahun 2007-2009
Sumber : Lap.Tahunan Puskesmas Dari tabel diatas proporsi TPM yang memenuhi syarat 86,59 pada tahun 2010,lebih rendah 86,80 % dibanding pada tahun 2009.. H. PELAYANAN KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN 1. Kefarmasian Dalam tahun anggaran 2010 kegiatan yang dilaksanakan untuk pelayanan kefarmasiaan adalah melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian teknis penyelenggaraan kefarmasian meliputi produksi, pengadaan, distribusi dan penggunaan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan, zat adiktif, narkotika dan bahan berbahaya. Adapun kegiatan yang dilakukan tahun 2010 sebagai berikut:
Sumber : Sie Farmasi a. Pemantauan penggunaan obat generic di Puskesmas dan Rumah Sakit b. Melakukan memantauan pemakaian resep narkotika & psikotropika pada 147 apotik dan 26 Puskesmas, 14 Puskesmas Pembantu. c. Melakukan pembinaan dan pemantauan rasionalisasi penggunaan obat di puskesmas d. Melakukan pembinaan pada sarana distribusi makanan dan minuman seperti supermarket, pasar tradisional, bazaar ramadhan, toko - toko kelontong. e. Melakukan penyuluhan keamanan pangan pada Industri rumah Tangga Pangan.
Tabel 38 Hasil Penyuluhan Keamanan Pangan
Ket : PKP (Penyuluhan Keamanan Pangan) PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga Pangan)
Pemeriksaan uji kualitas mutu makanan dilakukan secara rapid test dan secara analisa kuantitatif di laboratorium pada makanan-minuman yang dicurigai mengandung formalin, borax, pemanis, pewarna dan pengawet.
Tabel 39 Hasil Uji Kualitas Mutu Makanan Minuman
Sumber : Sie Farmasi
Pada tahun 2010 hasil pemeriksaan uji kualitas mutu makanan dan minuman pada jajanan anak sekolah dan bazaar ramadhan sejumlah 305 sampel dan terdapat 21 sampel makanan yang tidak memenuhi syarat yaitu : - Angka Lempeng Total (ALT) secara mikrobiologi 15 sampel - Pemanis 4 sampel - Pewarna 2 sampel
1. Obat dan Alat Kesehatan
Kegiatan yang dilaksanakan adalah pengelolaan obat dan alat kesehatan pada unit pelayanan di Dinas Kesehatan. Tabel 40 Evaluasi dan Analisa Data RFS obat di Puskesmas Tahun 2010
Sumber : Instalasi Farmasi Kota BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
A. SARANA KESEHATAN Sarana pelayanan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak menyebar di seluruh kecamatan. Kecamatan yang paling banyak sarana pelayanannya adalah Kecamatan Balikpapan Selatan dan Barat, dimana sarana pelayanan tersebut mudah diakses oleh seluruh penduduk dengan menggunakan transportasi darat. Pelayanan kebutuhan darah dilayani oleh PMI yang lokasinya di Kecamatan Balikpapan Selatan. Jarak terdekat PMI dengan Rumah Sakit adalah 1 Km sedangkan jarak terjauh 15 Km yaitu dengan RSUD Dr.Kanujoso. Tabel 41 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Tahun 2010
B. TENAGA KESEHATAN
Pada tahun 2010 jumlah tenaga yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan baik tenaga medis maupun non medis berjumlah 2.159 orang yang tersebar di 5 Kecamatan yang ada di Kota Balikpapan. Jenis tenaga terbanyak adalah tenaga keperawatan berjumlah 1.276 yang terdiri dari bidan, perawat, perawat bidan, perawat gigi dan tenaga keperawatan lain. Untuk tenaga medis berjumlah 641 orang terdiri dari dokter spesialis 112 orang, dokter umum 405 orang dan 124 orang dokter gigi. Tabel 42 Rasio Tenaga Kesehatan
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


