Telp.: (0542) 421481   Email: dkk_bppn@yahoo.com

Responsive image
PENGUMUMAN DKK BALIKPAPAN
  • Belum ditemukan kasus Zika di Indonesia
  • Kasus DBD Terus Bertambah, Korban Meninggal Capai 25 Jiwa
  • Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kariangau 12 November 2016 hingga 12 Desember 2016
  • Daftar BPJS Kesehatan Bisa di Kantor Lurah, Wujudkan Balikpapan Universal Coverage
  • Cegah Zika dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

PERLUKAH FOGGING DILAKUKAN?

04-Sep-2017

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Balikpapan merupakan penyakit yang selalu ada setiap tahunnya dan bahkan jumlah kasus setiap bulannya cukup banyak hingga sering menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Dalam program pengendalian selalu diutamakan adalah tindakan pencegahan yang mengoptimalkan peran serta masyarakat di dalamnya, sehingga pemecahan masalahnya bisa menjadi mudah karena seluruh unsur dapat terlibat termasuk SKPD/OPD, LSM serta unsur terkait lainnya.

Penyakit DBD adalah penyakit yang berbasis lingkungan berarti dalam penanganannya haruslah bergandengan tangan bersama dari seluruh elemen masyarakat karena kondisi lingkungan akan selalu berubah setiap saat bahkan dapat berubah dalam hitungan detik, maka peran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD sangatlah perlu dan menentuikan keberhasilan program.

Peran Dinas Kesehatan Kota yang merupakan salah satu SKPD/OPD Pemerintah Kota Balikpapan dalam hal ini sebagai tenaga tehnis yang pada aplikasi pelaksanaan di lapangan tidak dapat bergerak sendiri, maka dibutuhkan kerjasama seluruh jajaran SKPD/OPD terkait juga unsur yang berkompeten atau tokoh masyarakat serta semua lapisan masyarakat yang peduli terhadap pengendalian penyakit ini.

Pada program pengendalian DBD di Kota Balikpapan lebih mengutamakan tindakan yang ramah lingkungan dengan prioritas kegiatan antara lain :

1.  Promotif

Kegiatan yang lebih condong pada peningkatan pengetahuan masyarakat dengan menerapkan metode yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan dengan kegiatan berupa : Penyuluhan, Diskusi, Simulasi, ceramah, symposium, dan lain-lain.

2.  Preventif

Tindakan pencegahan yang menitikberatkan pada perlakuan yang ramah lingkungan serta menimbulkan keamanan juga mempertahankan pelestarian lingkungan sekitar agar kesimbangan lingkungan dapat terjaga dengan baik, dengan kegiatan antara lain : Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M Plus, Ikanisasi, penanaman tanaman pengusir nyamuk, larvasida dan lain-lain.

 3.  Inovatif

Metode yang dipergunakan dan dilaksanakan dalam rangka pengendalian penyakit DBD dan merupakan sesuatu yang baru tetapi efektif dalam mengatasi masalah penyakit DBD yang dapat meresahkan masyarakat dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan.

4.  Kuratif

Tindakan pengobatan yang dilakukan terhadap penderita DBD baik mendapatkan perawatan jalan maupun rawat inap pada pelayanan sarana kesehatan yang ada.

5.  Rehabilitatif

Tindakan yang dilakukan untuk mengubah kondisi yang telah terganggu menjadi kondisi yang lebih baik dan bersifat sementara sehingga perlu pengelolaan selanjutnya secara bertahap agar mencapai kestabilan yang diinginkan, pada pengendalian DBD kegiatannya adalah Larvasida dan Fogging.

 

Dari uraian tersebut di atas ternyata fogging merupakan alternative terakhir dan menjadi tindakan rehabilitatif dalam pengendalian DBD dimana hal tersebut dilakukan bila telah terjadi suatu keadaan yang benar-benar membahayakan warga masyarakat.

Untuk menentukan keadaan yang ada di masayarakat dalam hal pengendalian penyakit DBD dilakukan kegiatan yang disebut dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh petugas yang berkompeten dibidangnya pada Puskesmas setempat.

Berikut kami tampilkan skema alur pelaksanaan Fogging Dinas Kesehatan Kota Balikpapan sebagai berikut :

Penjelasan :

  • Kasus yang terjadi dapat ditemukan oleh Rumah Sakit atau sarana kesehatan lainnya serta masyarakat akan didiagnosa sebagai kasus DBD atau tersangka DBD segera dilaporkan pada puskesmas terdekat.
  • Petugas Puskesmas akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) langsung ke lapangan untuk mendapatkan informasi penderita tambahan dan situasi lingkungan untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.
  • Dari hasil PE akan memunculkan rekomendasi antara lain :

1.    Tidak Fogging

·         Penderita DBD positip ada tetapi tidak ada penderita panas di daerah tersebut.

·         Angka Bebas Jentik (ABJ) rendah lakukan PSN.

·         Pengetahuan kurang lakukan Penyuluhan.

2.    Fogging

·         Penderita DBD Positip ada dan ditemukan penderita panas > 3 Orang dan/atau ada 1 Orang penderita DBD positip.

·         Angka Bebas Jentik (ABJ) < 95%.

 

Syarat Fogging :

·         Meningkatkan ABJ hingga > 95%, agar setelah fogging tidak ada jentik yang segera menjadi nyamuk lagi.

·       Pelaksanaan fogging harus masuk ke dalam rumah secara keseluruhan, karena bila ada yang tidak masuk ke rumah akan menjadi tempat persembunyian nyamuk yang amsuh hidup.

·       Disiapkan pemandu pada saat pelaksanaan fogging agar warga patuh untuk defogging secara keseluruhan dan masuk ke dalam rumah serta mengetahui batas RT.

 

Polling

Bagaimana pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di Puskesmas?

  Bagus
  Cukup
  Buruk

 

 

Buku Tamu


Buku Tamu | Kirim Pesan

Pesan terbaru
Adakah lowongan kerja untuk perawat yang punya pengalaman bekerja

Pengirim: RISKA NOVITA TARIGAN
Email: *****@gmail.com
Saya baru berdomisili di balikpapan sebelumnya saya bekerja di rs swasta di jambi. Adakah lowongan ...