Telp.: (0542) 421481   Email: dkk_bppn@yahoo.com

Responsive image
PENGUMUMAN DKK BALIKPAPAN
  • Belum ditemukan kasus Zika di Indonesia
  • Kasus DBD Terus Bertambah, Korban Meninggal Capai 25 Jiwa
  • Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kariangau 12 November 2016 hingga 12 Desember 2016
  • Daftar BPJS Kesehatan Bisa di Kantor Lurah, Wujudkan Balikpapan Universal Coverage
  • Cegah Measles Rubella (Campak Jerman) Dengan Imunisasi MR

Ini Sebabnya Mulut Bau Naga Saat Puasa

27-Mar-2014

Selain masalah pencernaan, hal lain yang sering ditemui saat bulan puasa adalah masalah bau mulut. Karena tidak percaya diri, bahkan banyak orang menjadi lebih pendiam karena takut 'mengganggu' lawan bicara. Apa sebenarnya yang menyebabkan mulut menjadi bau saat bulan puasa? "Ada 3 faktor utama yang bisa menyebabkan munculnya bau mulut saat berpuasa. Pertama, sinus di hidung. Kedua, kondisi mulut termasuk gigi, karang gigi, gigi bolong, lidah, sariawan, dan infeksi jaringan lemak. Sedangkan ketiga, kondisi di bawah mulut, yaitu paru-paru dan saluran pencernaan," tutur Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKgA (K), PhD, spesialis kedokteran gigi anak, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (17/7/2013). Mengapa paru-paru dan saluran pencernaan bisa menjadi penyebab bau mulut? Menurut Prof Heriandi, mungkin saja terjadi infeksi atau radang pada paru-paru. Sedangkan saluran pencernaan sangat erat hubungannya dengan makanan. Menurut penelitian, cairan pencernaan akan tetap keluar meskipun tidak ada asupan makanan selama puasa. Hal ini akan mempengaruhi lapisan perut sehinga mengakibatkan munculnya bau busuk seperti bau makanan basi. Tak hanya itu, cadangan lemak dalam tubuh juga melepaskan bahan kimia keton yang didorong keluar bersamaan dengan keluarnya nafas, sehingga menambah aroma bau mulut. Salah satu penyebab bau mulut juga karena tidak menyikat gigi selama bulan Ramadan. Untuk mencegah munculnya bau mulut, sebaiknya menyikat gigi tetap dilakukan seperti hari biasa. Meskipun tidak sarapan di pagi hari, menyikat gigi tetap harus dilakukan ketika bangun tidur. Menyikat gigi setelah santap sahur juga perlu dilakukan. Selain itu, ada beberapa faktor lain seperti kurangnya air liur yang mengalir ke dalam mulut, pengeringan rongga mulut, dan berkembangnya bakteri di lidah dan gigi juga membuat mulut berbau tidak enak. "Makanan yang tidak dicerna dengan baik akan menghasilkan asam ke lambung, kemudian akan menimbulkan gas yang dikeluarkan lagi melalui mulut. Ini juga bisa menjadi penyebab munculnya bau mulut saat berpuasa," ujar Prof Heriandi, yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI). Ada beberapa contoh makanan yang bisa membuat munculnya bau mulut, antara lain durian, petai, dan jengkol. Ada baiknya makanan ini tidak dikonsumsi saat sahur. Tak hanya makanan, nyatanya menurut Prof Heriandi minum obat maag juga memberi pengaruh. Pada mulut akan tercium aroma seperti aluminium. Lantas mengapa ada juga orang berpuasa yang tidak memiliki masalah bau mulut? "Orang yang berpuasa tapi tidak bau mulut berarti tidak memiliki 3 masalah tadi. Tidak ada sinusitis atau penyakit hidung, giginya sehat, daya pencernaannya bagus, dan tidak ada infeksi paru-paru," ujar Prof Heriandi. sumber : detikhealth

Polling

Bagaimana pendapat Anda tentang pelayanan kesehatan di Puskesmas?

  Bagus
  Cukup
  Buruk

 

 

Buku Tamu


Buku Tamu | Kirim Pesan

Pesan terbaru
Melamar

Pengirim: RIYANTO HASAN
Email: *****@gmail.com
ada penerimaan pegawai non pns untuk formasi SKM kah?...